Perbedaan Marketing dan Selling (Sales)

Sepintas, mungkin tidak ada perbedaan Marketing dan Selling ATAU Marketing dan Sales, dan diteori perkuliahan pun perbedaan tsb juga terdengar sangat tipis. Tapi jika kita sudah mempraktekkan langsung didunia Marketing dan Sales, maka secara teknis keduanya serasa berbeda.

Berdasarkan arti atau definisi dr berbagai referensi, Marketing adalah pemasaran atau promosi, dan orang yang melakukan aktifitas marketing adalah marketer (bhs gaulnya sekarang). Sedangkan Selling (Sales) adalah aktifitas penjualan dengan teknik marketing praktis, dan orang yang melakukan hal tsb adalah salesman. Berdasarkan pengalaman saya didivisi penjualan perbankan, perbedaan ini sebenarnya sudah diterapkan dalam struktur organisasinya, walaupun pada saat praktek teknis di lapangan, ada sedikit hal teknis yg membuatnya menjadi rancu.

Seorang Sales adalah seorang penjual, dimana biasanya penilaian seorang sales diukur dari volume penjualan yang sudah dicapai (bhs gaulnya closing). Seorang sales atau salesman akan berurusan secara langsung dengan konsumen/nasabah/pelanggan/klien mulai dari hal menawarkan produk sampai dengan produk tsb terjual (atau terjadi transaksi) dan salesman tidak perlu peduli akan kepuasan konsumen. Kendala2x yang dihadapi oleh salesman akan juga sangat bermanfaat untuk dijadikan masukan tambahan dalam menentukan strategi marketing.

Seorang Marketing adalah seorang pemasar atau tukang promosi. Menjadi marketing yang handal adalah mampu secara “cantik” mempengaruhi pikiran dan hati konsumen dengan melakukan strategi2x pemasaran/promosi/branding berdasarkan hasil riset/analisa terhadap trend keinginan konsumen, produk (fungsi,fitur,harga dan kualitas), kompetitor, lokasi, kepuasan konsumen dll. Marketing juga harus bisa menjaga hubungan baik dengan konsumen untuk mendapatkan loyalitas konsumen. Informasi2x dari marketing akan memberikan peranan penting sebagai dasar para salesman dalam mengeksekusi penjualan.

Marketing dan Sales adalah aset perusahaan yg berharga dan jika digabung, keduanya adalah UJUNG TOMBAK BISNIS perusahaan…

Marketing + Sales = Pencapaian Target Penjualan, sehingga Marketing dan sales akan sangat saling membutuhkan satu sama lain dalam pencapaian target penjualan yang ditetapkan, walaupun jika diterapkan dalam struktur organisasi, jabatan seorang marketing lebih tinggi daripada seorang sales. Dan jika kinerja marketing dan sales “dilebur” kedalam suatu sistem, maka Marketing dan Sales sangat perlu memahami dan mengaplikasikan sebuah sistem strategi bisnis CRM (Customer Relationship Management) untuk me-manajemen hubungan perusahaan dengan pelanggan (customer) secara efektif dan efisien.

Hal diatas adalah penjelasan singkat tentang perbedaan marketing dan sales berdasarkan pengalaman dan pemahaman pribadi saya, dan tidak ada teori yg mengikat karena pada dasarnya dunia marketing dan sales sangatlah dinamis. Masih banyak perusahaan (terutama skala kecil dan menengah) yg menerapkan marketing adalah juga sales dan sales adalah juga marketing, dan mungkin hal tsb merupakan bagian dari efisiensi biaya operasional perusahaan. Sebagai bagian dari strategi penjualanpun, seorang sales juga perlu diberi title “Marketing” dan bahkan “Private Banker” agar lebih keren hehehe. Seperti juga pada Jasa Internet Marketing yang saya tawarkan dimana ARBEI.NET menerapkan fungsi internet marketing dan juga sales online (promosi dikit ah^^).

6 thoughts on “Perbedaan Marketing dan Selling (Sales)

  1. yopi

    luar biasa penjelasannya benar2 realistis apa adanya.terimakasih untuk artikelnya izin copas untuk materi Training Sales Baru ya … Sukses selalu untuk semua

  2. ayas

    terima kasih penjelasannya. izin copas ya kakak buat pemahaman dan review matkul marketing :)sukses selaluu

  3. cantika

    trims penjelasannya… kalo boleh tau, apa bedanya marketing dengan PR (Public Relations) ya ?!

  4. doni Post author

    @cantika sebenarnya saya sendiri tdk punya kapasitas utk menjawab tentang PR krn tdk ada pengalaman disitu. Yang pasti seorang marketing memiliki tugas pokok dlm mengatur strategi pemasaran dan mungkin saja PR hanya menghadapi berbagai isu sosial (ataupun politik) mengenai produk dan layanan dengan respon lisan/tertulis ke media2x masa. Tapi seharusnya emang divisi marketing dan PR harus berkolaborasi karena memiliki tujuan yg sama untuk menjaga brand dr produk itu sendiri agar tetap positif dimata masyarakat.

  5. @UK

    trims atas penjelasannya, sangat membantu dalam memahami pengertian sales dan marketing staff. minta izin Copas ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>